Kamis, 26 Agustus 2021
2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching
Jumat, 28 Mei 2021
Nilai dan Peran Guru Penggerak
Nilai adalah elemen terpenting dalam hidup seorang individu mengenai hal-hal benar, baik atau diinginkan. Pada hakikatnya perilaku manusia dipengaruhi oleh sebuah nilai. Disadari ataupun tidak, manusia mengandung nilai-nilai tertentu. Nilai ini adalah potensi manusia sesuai dengan individualitas dan keunikan kepribadiannya.
Nilai dan peran guru penggerak bersinergi dalam upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Profil pelajar pancasila menjadi pedoman tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini, yaitu Merdeka Belajar.
Lima Nilai Guru Penggerak yaitu :
1. Nilai Mandiri, yaitu kemampuan mendorong diri untuk melakukan perubahan, untuk memulai sesuatu terkait dengan perubahan yang diinginkan terjadi
2. Nilai Reflektif, yaitu tindakan perenungan dalam menemukan kendala, hal baik, dan tindakan mengatasi kendala demi perbaikan diri/kinerja secara berkala
3. Nilai Kolaboratif, yaitu memunculkan perilaku seperti kerjasama, berkomunikasi, memahami peran masing-masing pihak dalam suatu situasi tertentu
4. Nilai Inovatif, yaitu memunculkan gagasan-gagasan baru dan tepat guna terkait situasi tertentu dan permasalahan tertentu
5. Berpihak pada Murid, yaitu melakukan segala sesuatu demi kepentingan murid dan melayani setulus hati.
1
![]() |
Ilustrasi Gambaran Diri |
Ilustrasi gambar diri yang telah saya buat pada gambar di atas mengartikan
bahwa nilai-nilai (Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, Berpihak pada
murid) yang dimiliki guru penggerak, dapat menggerakkan diri untuk tergerak dalam
melakukan perannya yaitu sebagai:
1.
Pemimpin
pembelajar
2.
Menggerakkan
komunitas praktisi
3.
Menjadi
coach bagi guru lain
4.
Mendorong
kolaborasi antar guru
5.
Mewujudkan
kepemimpinan murid
Nilai-nilai tersebut sebagai payung untuk siap menghadapi tantangan apapun, baik tantangan zaman, tantangan pandemi, dan lainnya. Hingga akhirnya nilai tersebut menularkan kepada murid sebuah profil yaitu profil pelajar pancasila.
Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah kemampuan guru dalam menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat/
Berpusat pada
murid identiknya seorang guru mampu menjadi pelayan dalam kegiatan pembelajaran
dikelas , menghindari untuk memaksakan kehendak guru demi selesainya tugas guru, menghindari pencapaian materi terus menerus tanpa memperhatikan kondisi anak, menghindari melakukan hukuman-hukuman yang akan membuat anak
anak tertekan, minat belajar anak akan hilang karena dihantui dengan perasaaan
tidak nyaman. Dalam setiap kegiatan pemberian hukuman dan teguran harus dipikirkan
dampaknya. Memikirkan dampak dari hukuman lebih utama dari memberikan hukuman
kemudian esensi dari hukuman itu kurang tercapai.
Dasar-dasar pendidikan Ki Hadjar Dewantara bahwa guru dan siswa seperti
halnya seorang petani dengan tanamannya. Seorang petani tidak bisa
memaksa agar tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya.
Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah
sampai pada waktunya untuk berbuah.
Tugas guru
adalah menjaga, merawat, mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang
sesuai dengan potensi, kodrat,minat dan bakatnya. Inilah makna peran sebagai
pembimbing pembelajaran . Jadi, inti dari peran guru sebagai pembimbing adalah
terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan
siswa yang dibimbingnya.
Peran guru penggerak dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, berkolaborasi dengan kesiswaan dan bimbingan konseling di sekolah itu, tentunya untuk mencari solusi positif tanpa merugikan masa depan si anak . Hal ini yang digagaskan oleh Ki Hajar Dewantara tentang bagaimana murid menjadi manusia yang merdeka. Karakter merdeka dengan tetap memelihara ketertiban dan kedamaian ditengah masyarakat.
Dalam menerapkan nilai dan perannya untuk mewujudkan profil pelajar pancasila diperlukan strategi-strategi. Strategi ini kemudian membantu guru mengembangkan diri, mengembangkan kemampuan, dan mengembangkan kualitas karya. Strategi ini nantinya menjadikan guru mencapai gambaran diri yaitu sebagai guru yang siap menghadapi tantangan zaman, tantangan pandemi, tantangan keberagaman karakter dan latar belakang anak. Strategi yang dapat dilakukan guru dalam menerapkan nilai dan perannya untuk mewujudkan profil pelajar pancasila adalah :
1. Memahami tentang nilai diri dengan analogi identitas gunung es. Guru adalah manusia yang senantiasa mampu selalu berusaha untuk menggerakkan manusia lain. Oleh karena itu guru harus terlebih dahulu sadar bagaimana dirinya tergerak, kemudian memilih bergerak dan akhirnya menggerakkan orang lain.
2. Seteleah guru memahami tentang nilai diri, guru harus update, mencari informasi-informasi terbaru khususnya dalam bidang pendidikan
3. Mengupgrade kemampuan, terbuka untuk belajar hal baru yang didapat dari perkembangan zaman
4. Sharing, mau berbagi/mengajak teman sejawat untuk saling berbagi pengetahuan/pengalaman dan ilmu demi kepentingan siswa
5. Aplikasi, melakukan pembiasaan peran serta nilai guru penggerak secara konsisten demi mewujudkan merdeka belajar.
Dalam memunculkan nilai diri guru serta melakukan perannya dalam mencapai gambaran diri tentu membutuhkan kerja keras luar biasa dan dilakukan secara konsisten. Ini bukanlah hal mudah mengingat banyaknya tuntutan guru di sekolah dalam menjalankan tugasnya, baik tuntutan pihak sekolah, orangtua siswa, bahkan keluarga sendiri dalam mensejahterakan hidupnya. Hal ini membutuhkan dukungan dari beberapa pihak yaitu:
1. Kepala Sekolah, sebagai fasilitator dan pemberi dukungan dalam melaksanakan peran dan nilai guru. Kepala sekolah membantu dalam mengontrol berjalannya nilai dan peran guru.
2. Rekan Guru, sebagai motivator, memberi motivasi/semangat, tempat berdiskusi, berkolaborasi, memberi masukan positif serta tempat berbagi pengetahuan yang dimiliki
3. Peserta Didik, sebagai mitra yaitu berpartisipasi aktif dan bersama melakukan refleksi untuk menemukan kendala dan solusi demi perbaikan
4. Diri Sendiri, sebagai eksekutor yaitu mengeksekusi segala strategi dalam mencapai gambaran diri mewujudkan profil pelajar pancasila.
Peran dan nilai guru penggerak di atas perlu mendapat perawatan
agar tetap subur dan berkembang dengan baik, perlu mendapat kepedulian dari
pihak, perlu mendapat semangat yang sama agar guru penggerak mampu secara
optimal melaksanakan tugasnya mencapai gambaran diri yang diharapkan. Dan untuk
mewujudkan semua itu, diperlukan komitmen, kesungguhan, sistem implementasi
nyata semua pihak sehingga harapan tertanam profil pelajar pancasila dapat
terwujud di tana Indonesia tercinta ini
Kamis, 24 Desember 2015
Tolong bayangkan apa yang aku rasakan.
Hari ini seperti biasanya hatiku sangat sakit dan hampa. Hari-hari kulalui hanya dengan membayangkan dirinya. Aku tak punya tenaga untuk melupakannya. Aku hanya ingin berbicara dengannya.
" Coba bayangkan apa yang kurasa. Coba bayangkan diriku. Coba bayangkan dirimu jadi dirku. Coba bayangkan seandainya semua ini berbalik padamu,mungkin bukan melalui aku tapi melalui orang lain. Coba bayangkan itu. Coba rasakan itu"
Malam ini malam Natal yang membawa kedamaian buat semua orang. Apakah juga buat aku ? Aku berbaring tanpa bisa melakukan apa-apa. Aku tidak tau apakah aku bisa merayakan hari ulangtahun Yesus malam ini? Aku berharap aku bisa. Aku berharap ada kedamaian dalam hatiku. Aku berharap dan berharap. Hanya Tuhan yang bisa menyembuhkanku dari penyakit maupun dari luka yang sudah dia beri untukku.
Kamis, 17 Desember 2015
Selasa, 15 Desember 2015
PILIHAN SUDAH DIPUTUSKAN MAKA HARUS DIJALANKAN (STORY 1)
Selasa, 05 Agustus 2014
just read
Setelah berada 3 tahun di Israel kerana menjalani housemanship di beberapa hospital di sana, ada beberapa perkara yang menarik dapat saya perhatikan untuk dijadikan tesis ini, iaitu “Mengapa Yahudi Bijak?”.
Memang tidak dapat dinafikan ramai cendekiawan berbangsa Yahudi dari segala bidang, engineering, muzik, saintis dan yang paling hebat ialah bidang perniagaan, di mana ia memang paling tersohor. Hampir 70% perniagaan di dunia dikuasai oleh kaum Yahudi, dari kosmetik, pakaian, pemakanan, senjata, perhotelan, perfileman di Hollywood dan sebagainya.Ketika tahun kedua, akhir bulan December 1980 dan sedang saya menghitung hari untuk pulang ke California saya terfikir apakah sebabnya kaum Yahudi begitu pintar?
Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau olah manusia sendiri? Adakah bijak boleh dijana? Seperti kilang pengeluaran?Maka saya pun tergerak membuat tesis untuk Phd saya, di samping kebaikan untuk umat sejagat dan dapat hidup secara harmoni. Untuk pengetahuan anda tesis yang saya lakukan ini mengambil masa hampir lapan tahun, ini kerana untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Antara data-data yang saya kumpulkan ialah pemakanan, adat resam, ugama, persiapan awal untuk melahirkan zuriat dan sebagainya dan data-data tadi saya cuba bandingkan dengan bangsa dan kaum-kaum lain.Marilah kita mulakan dengan persiapan awal melahirkan zuriat.
Di Israel, setelah mengetahui yang sang ibu sedang mengandung, pertama kali saya perhatikan ialah, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano dan si ibu dan bapa akan membeli buku metamatik dan menyelesaikan masalah metamatik bersama suami, saya sungguh hairan kerana teman saya yang mengandung sering membawa buku metamatik dan bertanya kepada saya beberapa soalan yang beliau tak dapat menyelesaikanya, oleh kerana saya memang minat tentang metamatik, tentu saja dengan senang saya bantu beliau. Saya bertanya kepada beliau, adakah ini untuk anak kamu?
Beliau menjawab, “Ya, ini untuk anak saya yang masih di dalam kandungan, saya sedang melatih otak beliau, semuga ia menjadi genius apabila dewasa kelak” Perkara ini membuat saya tertarik untuk mengikut perkembangan beliau seterusnya. Berbalik kepada metamatik tadi, tanpa merasa jemu beliau membuat latihan metamatik sehingga beliau melahirkan anak.Seperkara lagi yang saya perhatikan ialah pemakanan beliau, sejak awal mengandung beliau gemar sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu , dan untuk tengah hari makan utama beliau ialah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang digaul dengan badam dan berbagai jenis kekacang, menurut beliau daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merosakkan pengembangan dan penumbuhan otak anak di dalam kandungan.
Menurut beliau ini adalah adat orang-orang yahudi ketika mengandung dan ianya menjadi semacam kewajipan untuk ibu-ibu yang sedang mengandung mengambil pil minyak ikan.Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi, perkara pertama yang saya perhatikan ialah menu mereka. Setiap undangan yg saya perhatikan ialah mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet) dan biasanya daging tidak akan ada bersama di meja jika ada ikan, menurut mereka, campuran daging dan ikan tak elok dimakan bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian, terutama badam.
Seperkara yang pelik ialah mereka akan memakan bua- buahan dahulu sebelum memakan hidangan utama. Jangan terperanjat jika anda diundang ke rumah Yahudi anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk dan lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.Di Israel, merokok adalah taboo, apabila anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali kali merokok, dan tanpa malu mereka akan menyuruh anda keluar dari rumah mereka dan merokok di luar rumah mereka. Menurut saintis di Universiti Israel, siasatan menunjukkan nikotin dapat merosakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada genes, ini bermakna keturunan perokok bakal membawa generasi yg cacat otak (bodoh atau lembab).
Suatu penemuan yg dahsyat ditemui oleh saintis yg mendalami bidang genes dan DNA. Para perokok harap ambil perhatian. (Ironinya, pemilik pengeluar rokok terbesar adalah…… tekalah sendiri..!)Perhatian saya selanjutnya ialah melawati tadika mereka, Pemakanan anak-anak tadi cukup dikawal, makanan awal ialah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever) Di dalam pengamatan saya, kanak Yahudi sungguh bijak dan rata-rata mereka memahami 3 bahasa iaitu Hebrew, Arab dan Inggeris dan sedari awal lagi mereka telah dilatih bermain piano dan violin, ini adalah suatu kewajipan. Menurut mereka bermain musik dan memahami nota-notanya dapat meningkatkan lagi IQ kanak-kanak dan sudah tentu bakal menjadikan budak itu bijak.Ini menurut saintis Yahudi, gegaran musik dapat stimulate (semacam senaman untuk otak) maka itu terdapat ramai sekali genius musik terdiri dari kaum Yahudi.Seterusnya ke darjah 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar metamatik berkonsepkan perniagaan dan pelajaran sains amatlah diberi keutamaan. Di dalam perhatian peribadi saya, perbandingan dengan anak anak di California, ianya jauh berbeza tentang IQ dan boleh saya katakan 6 tahun kebelakang!!!.
Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi sukan juga menjadi kewajipan bagi mereka dan sukan yg diberi keutamaan ialah memanah, menembak dan berlari, menurut teman saya ini, memanah dan menembak dapat melatih otak memfokus sesuatu perkara disamping mempermudahkan persiapan untuk perhidmatan negara.Selanjutnya pemerhatian saya menuju ke sekolah tinggi (menengah) di sini murid-murid ditekan dengan pelajaran mata sains dan mereka digalakkan mencipta produk, segala projek mereka walaupon kadangkala kelihatannya lucu dan mengarut, tetap diteliti dengan serius apatah lagi ianya berupa senjata, perubatan dan engineering, idea itu akan dibawa ke institute tinggi di Politeknik dan Universiti.Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakulti perniagaan.
Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka tentang perniagaan. Di akhir tahun di universiti, para penuntut di bidang niaga dikehendaki melakukan projek dan mempraktikkannya dan anda hanya akan lulus jika kumpulan anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US1juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataan, dengan rangkaian seluruh dunia dan ditaja sepenuhnya oleh syarikat milik Yahudi, maka tidak hairanlah mereka dapat menguasai ½ perniagaan di dunia! Siapakah yg mencipta design Levis yg terkini?
Ianya dicipta di Universiti Israel oleh fakulti bisnes dan fesyen.Pernahkah anda melihat cara orang Yahudi melakukan ibadah mereka? Salah satu caranya ialah dengan menggoyangkan kepala mereka, menurut mereka ini dapat mengaktifkan otak mereka dan menambahkan oksijan di kepala, banyak ugama lain di Timur Tengah, seperti Islam juga ada menyuruh umatnya menunduk atau menggoyangkan kepala, ini guna dapat mensimulasikan otak kita supaya bertambah aktif.
Lihat orang orang Jepun, mereka sering menunduk-nundukkan kepala dan ianya sebagai adat. Ramai orang orang Jepun yg pandai? Adakah ianya sebagai kebetulan? Kegemaran mereka ialah sushi (ikan mentah). Adakah ini kebetulan? Fikirkanlah!Berpusat di New York, Dewan perniagaan Yahudi bersedia membantu mereka yg berminat untuk melakukan bisnes (sudah tentu untuk Yahudi sahaja) jika mereka ada idea yg bernas, jawatan kuasa akan memberi pinjaman tanpa faedah dan pentadbir dari jawatan kuasa tadi akan bekerjasama dengan anda untuk memastikan yg perniagaan mereka menurut landasan yg betul.
Maka itu lahirlah Starbuck, Dell Computer, Coca-cola, DKNY, Oracle, Perfileman di Hollywood, Levis, Dunkin Donut dan ada beratus kedai ternama di bawah naungan dewan perniagaan Yahudi di New York. Graduan Yahudi dari fakulti perubatan New York akan disarankan untuk mendaftar di persatuan ini dan digalakkan memulakan klinik mereka sendiri dengan bantuan wang tanpa faedah, barulah saya tahu mengapa hospital di New York dan California sentiasa kekurangan doktor pakar.
Kesimpulannya, pada teori saya, melahirkan anak dan keturunan yang bijak boleh dilaksanakan dan tentunya bukan semalaman, ianya memerlukan masa, beberapa generasi mungkin? Persiapan awal adalah ketika sang ibu mengandung, galakkanlah si ibu melakukan latihan matematik yg mudah tetapi konsisten di samping mendengar musik klasik. Seterusnya ubahlah cara pemakanan, makanlah makanan yg elok dan berkhasiat yg baik untuk otak, menghayati musik sejak kecil adalah baik sekali untuk penumbuhan otak kanak-kanak, dengan bermain piano dan violin sudah tentu dapat melatih anak-anak mencerdaskan otak mereka demikian juga sukan yg memerlukan konsetrasi yg tinggi, seperti memanah, bola keranjang, dart dan menembak.
Merokok menjanjikan generasi yg moron (goblok) dan sudah tentu genes bodoh akan mengikut ke generasi si perokok. Lawatan saya ke Singapore pada tahun 2005 amat memeranjatkan sekali, di sini perokok seperti dianak tirikan dan begitu susah sekali untuk perokok dan anda tahu berapa harga sekotak rokok? US$7 !!! Ini bersamaan perbelanjaan sehari untuk makan anda!! Saya puji sekali sikap pemerintah Singapore dan menkjubkan sekali!!! Dan seperti Israel ianya begitu taboo dan cara pentadbiran dan segi pembelajaran mereka hampir serupa dengan Israel, maka itu saya lihat banyak institusi pelajaran mereka bertaraf dunia walaupun hakikatnya negeri Singapore hanyalah sebuah pulau sebesar Manhattan!!
Anda mungkin musykil, benarkah merokok dapat melahirkan generasi goblok, saya telah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. Lihat saja Indonesia, jika anda ke Jakarta, di mana saja anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium hidung anda akan segera terbau asak rokok! Dan harga rokok? Cuma US$ 0.70 !!! dan hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyakkah universiti terdapat di sana? Hasil apakah yg dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggeris? Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematik sedunia? Adakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri.
Di tesis saya ini, saya tidak akan menimbulkan soal ugama atau bangsa, adakah Yahudi itu zalim sehingga diusir dari semenjak zaman Paraoh hingga ke Hitler, bagi saya itu isu politik dan survival, yg ingin saya ketengahkan ialah, mampukah kita dapat melahirkan generasi yg bijak seperti Yahudi? Jawapannya ialah mungkin dan tidak mustahil dan ianya memerlukan perubahan, dari segi pemakanan dan cara mendididik anak dan saya kira hanya memerlukan 3 generasi sahaja.
Ini dapat saya lihat sendiri tentang cucu saya, ini setelah saya mengajar anak saya melalui program yg telah saya nyatakan di atas tadi, pada umur 9 tahun (cucu saya) dia dapat menulis esei sepanjang 5 mukasurat penuh. Esei nya hanyalah mengenai 'Mengapa saya gemarkan tomato!'Selamat sejahtera dan semuga kita dapat melahirkan manusia yang bijak dan bersifat mulia untuk kebaikan manusia sejagat tanpa mengenal batasan bangsa.
Copas tesis orang. Moga bermanfaat