Jumat, 01 Oktober 2021

 

Koneksi Antar Materi 

Modul 3.2.a.9 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Sintesis Berbagai Materi

Kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan “Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya” dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat.

Pemimpin pembelajaran tidak hanya mencakup di lingkungan lokal akan tetapi pendidik yang mampu juga memimpin secara global. Yang tidak hanya mengelola dan memanage kelas-kelas akan tetapi memberikan kontribusi positif terhadap perubahan di lingkungan sekolah.

Seorang pendidik dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat mendesain program pembelajaran yang efektif. Untuk itu hal yang dapat dilakukan oleh pemimpin pembelajaran adalah mengelola sumber daya yang ada di sekolah dan sekitarnya untuk dapat dijadikan sebagai keunggulan sekolah dalam rangka mendukung perwujudan visi dan misi sekolah. Artinya pemimpin pembelajaran harus dapat mengenali, memahami, dan memanfaatkan sumber daya biotik dan abiotik yang ada di sekolah dan sekitarnya secara terpadu demi terbentuknya kegiatan yang dapat meningkatkan dan memaksimalkan potensi komunitas sekolah.

Pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya, lebih penting menggunakan pendekatan berbasis aset/kekuatan karena pendekatan ini memberikan nilai lebih pada kapasitas, kemampuan, pengetahuan, jaringan, dan potensi yang dimiliki oleh komunitas. Dengan demikian pendekatan ini melihat sebagai pencipta dari kesehatan dan kesejahteraan, bukan sebagai sekedar penerima bantuan. Pendekatan ini juga menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi berdaya guna.

Pemetaan aset/kekuatan termasuk hal utama dalam mengelola sumber daya di sekolah. Menurut Green dan Haines (2002) dalam Asset building and community development, ada 7 aset utama yaitu:

1.      1. Modal manusia

Sember daya manusia yang berkualitas atau manusia yang memiliki kecakapan. Misalnya kecakapan memimpin sekelompok orang dan kecakapan seseorang berkomunikasi dengan berbagai kelompok. Kecakapan yang berhubungan dengan kewirausahaan.

2.       2. Modal Sosial

Norma dan aturan yang mengikat warga masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola perilaku warga, juga unsur kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang ada di dalam komunitas/masyarakat.

Asosiasi adalah suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang sama dan saling berbagi untuk tujuan yang sama. Asosiasi terdiri atas kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal. Beberapa contoh tipe asosiasi adalah berdasarkan keyakinan, kesamaan profesi, kesamaan hobi, dan sebagainya.

3.       3. Modal Fisik

Terdiri atas dua kelompok yaitu: bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan. Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat transportasi, dan lain-lain.

4.       4. Modal Lingkungan/alam

Bisa berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal lingkungan terdiri dari bumi,  udara yang bersih, laut, taman, danau, sungai, tumbuhan, hewan, dan sebagainya. Tanah untuk berkebun, danau atau empang untuk beternak, semua hasil dari pohon seperti kayu, buah, bambu, atau material bangunan yang bisa digunakan kembali untuk menenun dan sebagainya.

5.       5. Modal Finansial

Dukungan keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah komunitas. Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan pendapatan pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan eksternal. Modal finansial juga termasuk pengetahuan tentang bagaimana menanam dan menjual sayur di pasar, bagaimana menghasilkan uang dan membuat produk-produk yang bisa dijual, bagaimana menjalankan usaha kecil, bagaimana memperbaiki cara penjualan menjadi lebih baik, dan juga bagaimana melakukan pembukuan.

6.       6. Modal Politik

Modal politik adalah ukuran keterlibatan sosial. Semua lapisan atau kelompok memiliki peluang atau kesempatan yang sama dalam kepemimpinan, serta memiliki suara dalam masalah umum yang terjadi dalam komunitas.

Lembaga pemerintah atau perwakilannya yang memiliki hubungan dengan komunitas, seperti komunitas sekolah, komite pelayan kesehatan, pelayan listrik atau air.

7.       7. Modal agama dan budaya

Upaya pemberian bantuan empati dan perhatian, kasih sayang, dan unsur dari kebijakan praktis (dorongan utama pada kegiatan pelayanan). Termasuk juga kepercayaan, nilai, sejarah, makanan, warisan budaya, seni, dan lain-lain)

Kebudayaan yang unik di setiap daerah masing-masing merupakan serangkain ide, gagasan, norma, perlakuan, serta benda yang merupakan hasil karya manusia yang hidup berkembang dalam sebuah ruang geografis.

Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar dan berfungsi untuk mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang bukan hanya kepercayaan tetapi juga perilaku atau amalan

Ritual keagamaan dan kebudayaan yang ada di masyarakat serta pola relasi yang tercipta di antaranya.

Berdasarkan deskripsi di atas, dapat disimpulkan bahwa pemimpin dalam pengelolaan sumber daya adalah kompetensi yang dimiliki individu dalam mengidentifikasi, mengelola, dan memanfaatkan aset/potensi/kekuatan yang ada di sekolah untuk mendorong tercapainya visi misi sekolah untuk menciptakan iklim belajar dan ekosistem pendidikan yang berpusat pada murid.

 

Bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi berkualitas?

Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas. Hal ini sangat tergantung bagaimana cara pandang pemimpin dan bagaimana pemimpin melibatkan atau memanfaatkan kekuatan positif yang dimiliki oleh unsur biotik dan abiotik yang dibutuhkan dalam setiap pembelajaran. Jika seorang pemimpin betul-betul mampu mengenali, memahami, dan mengorganisasi serta menggunakan kekuatan positif yang dibutuhkan maka pembelajaran murid yang berkualitas dapat diraih dengan mudah.

Bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti proses pelatihan Guru Penggerak

·         Kaitan dengan Modul Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Sebagaimana pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan sebagai sebuah proses “Menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”. Maka, sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya sekolah, seharusnya memanfaatkan seluruh kodrat alam dan kodrat zaman yang ada sebagai sebuah kekuatan aset yang dimiliki untuk mendorong sebuah agen perubahan transformasi pendidikan dalam mewujudkan merdeka belajar  bagi murid dan guru.

·         Kaitan dengan Modul Nilai dan peran Guru Penggerak

Profil pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, berkebhinekaan global, bergotong royong, serta kreatif akan tercapai dan tertanam dalam jiwa dan perilaku murid jika warga sekolah sebagai faktor biotik sekaligus modal manusia bergerak bersama menanamkan serta membiasakan dalam tingkah laku mereka. Pemimpin mempunyai peran yang urgen untuk memaksimalkan modal manusia dalam menciptakan profil pelajar pancasila dengan mengimplementasikan nilai-nilai guru penggerak seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid.

·         Kaitan dengan Modul Visi guru Penggerak

Visi guuru penggerak menciptakan murid yang merdeka dan sekolah yang berpihak pada murid terwujud di bawah pimpinan yang mampu menciptakan kondisi tersebut. Pemimpin harus mampu menyusun visi yang terukur, jelas dan mampu mengakomodir segala kepentingan serta menciptakan pendidikan yang berpihak pada murid dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan segala sumber daya (aset) yang dimiliki sekolah. Pemimpin menerapkan inkuiri apresiatif (IA) dengan tahapan BAGJA untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki dalam melakukan perubahan positif yang diharapkan. Sehingga nantinya menjadi pembiasaan yang membentuk budaya positif sekolah.

·         Kaitan dengan Modul Pembelajaran Berdiferensiasi, Sosial emosional, dan Coaching

Pendidik adalah pemimpin pembelajaran yang mengkreasi setiap murid untuk memiliki keleluasaan emosional, intelektual, sosial dan spiritual. Keleluasaan tersebut tertanam dan terbiasa dalam diri murid sebagai bentuk dari perwujudan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas atau di lingkungan sekolah yang mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional. Pembelajaran yang mempertimbangkan dan memperhatikan kebutuhan belajar murid baik dari kesiapan, minat, dan profil belajar murid. Pembelajaran yang menyenangkan yang menjadikan murid mampu menggali dan mengendalikan emosi yang terjadi pada diri sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang mumpuni. Tercapainya itu semua karena peran pemimpin yang mampu mengelola potensi yang ada pada diri setiap murid. Pemimpin yang mampu memaksimalkan keunikan aset/kekuatan yang dimiliki murid. Pemimpin yang mampu menciptakan kebermaknaan dalam belajar. Pendidik sepantasnya mampu menciptakan situasi yang mendorong murid untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan memperhatikan sosial emosional murid. Proses yang dilakukan untuk mengembangkan potensi-potensi murid adalah dengan melakukan praktik coaching. Pemimpin pembelajaran yang selalu menggali dan menemukan setiap potensi untuk menyelesaikan setiap permasalahan dengan kekuatan/sumber daya yang ada pada diri murid. Pendidik hanya mengarahkan dengan pertanyaan efektif dan komunikasi asertif untuk mengembangkan potensi secara maksimal.

·         Kaitan dengan Modul Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Setiap individu pernah mengalami situasi yang berada di antara dua pilihan benar. Pilihan yang secara moral keduanya dapat diambil, namun mengharuskan individu tersebut memilih salah satu keputusan yang paling tepat, yang disebut dilema etika. Tak terkecuali pemimpin pasti dihadapkan dengan permasalahan yang menuntun untuk mengambil keputusan tepat dengan resiko seminimal mungkin.

Dalam pengambilan keputusan pemimpin harus menggali sumber daya yang ada yang dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk memilih keputusan yang tepat. Penentuan keputusan dengan melakukan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan dengan menyelaraskan terhadap sumber daya yang dimiliki.

 

Bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

Sebelum mempelajari modul ini, saya selalu dihadapkan pada masalah yang memerlukan pengambilan keputusan yang tepat untuk menyelesaikannya baik mengenai murid atau hal lain terkait dengan program sekolah. Situasi tersebut cenderung saya sikapi dengan memandang kekurangan yang ada. Kemudian mencari alternatif pemecahan masalah. Dengan llangkah tersebut seringkali ditemui kendala-kendala yang tidak dapat diatasi sehingga pemecahan masalah cenderung kurang berhasil. Namun setelah mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa lebih baik menggunakan pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking). Pendekatan ini membawa kita untuk selalu berpikir positif dan memanfaatkan seluruh aset/kekuatan yang ada sehinggaa program yang akan dikembangkan sangat memungkinkan menuai keberhasilan yang optimal.

 

Demikian. Semoga bermanfaat bagi pembaca.
Ervides Samosir, CGP Angkatan 2 Kabupaten Bengkalis


Senin, 13 September 2021

Koneksi Antar Materi Modul 1.3.a.9

Pandangan Ki Hadjar Dewantara dengan filosofi Pratap memiliki pengaruh terhadap bagaimana pengambilan sebuah keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang diambil 
Ki Hadjar Dewantara menyampaikan bahwa pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Di dalam melaksanakan pembelajaran seorang pemimpin (guru) harus menerapkan sistem among (menuntun) agar mampu mendorong tumbuh kembang potensi siswa. Guru sebagai pemimpin pembelajaran juga harus selalu berpedoman pada Pratap Triloka KHD yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutu Wuri Handayani. Kaitannya dengan pengambilan keputusan yaitu seorang pemimpin (guru) harus mampu mengambil sebuah keputusan yang tepat, arif, bijaksana, dan berpihak pada murid. Seorang pemimpin (guru) harus mampu membangun semangat orang-orang yang dipimpinnya (siswa). Seorang pemimpin (guru) harus mampu memberikan motivasi kepada orang-orang yang dipimpinnya untuk dapat mengembangkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki. Di dalam mengambil sebuah keputusan dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan keputusan, seorang pemimpin (guru) harus selalu menyelaraskan dengan visi dan misi yang telah disusun dan disepakati bersama agar apa yang diputuskan jelas dan terarah. Utamanya dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid sehingga terwujud merdeka belajar. 

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan 
Ketika kita dihadapkan pada kasus yang mengharuskan pengambilan keputusan maka sangat diperlukan nilai-nilai yang tertanam dalam diri agar keputusan yang diambil dapat menciptakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman terutama bagi murid. Nilai-nilai positif yang tertanam dalam diri guru akan membimbing dan mendorong pendidik untuk mengambil keputusan yang tepat dan benar. Nilai-nilai positif tersebut seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut merupakan prinsip yang dipegang teguh ketika kita berada dalam posisi yang menuntun kita untuk mengambil keputusan dari dua pilihan yang secara logika dan rasa keduanya benar, berada di situasi dilema etika (benar vs benar) atau berada dalam pilihan antara benar melawan salah (bujukan moral) yang menuntut kita berpikir secara seksama untuk mengambil keputusan yang benar. 

Kegiatan terbimbing yang dilakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam proses pembelajaran, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil dan pengambilan keputusan yang efektif 
Dalam aspek pembelajaran di kelas, guru sebagai pembawa agen perubahan harus bisa mengetahui kebutuhan belajar murid sekaligus sebagai contoh yang baik bagi siswa memahami karakter belajar siswa serta kondisi sosial emosional sebagai pemimpin pembelajaran di kelas. Coaching menjadi salah satu proses yang dilakukan guru untuk membuat keputusan yang tepat dan efektif dalam menggali potensi murid. Coaching membantu guru menjalankan proses menuntun murid mendapatkan kemerdekaan belajar dan meningkatkan potensi yang dimilikinya. Eksplorasi potensi murid terjalankan dalam proses coaching. Pengambilan keputusan yang tepat dengan resiko yang sekecil-kecilnya terlaksana dengan coaching. Keterampilan coaching akan membantu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil dan melihat berbagai opsi sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik. Terdapat peran guru sebagai coach untuk membangkitkan potensi murid apalagi jika masalah yang dihadapi termasuk dilema etika atau bujukan moral. 

Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik 
Mengutamakan dan keberpihakan kepentingan murid dapat tercipta dari seorang pendidik yang mampu membuat solusi tepat dari setiap permasalahan yang terjadi. Pendidik yang mampu melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang, maka pendidik mampu membedakan apakah permasalahan yang dihadapi termasuk dilema atau bujukan moral. Jika nialai-nilai yang dianut adalah nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggungjawabkan, begitu juga sebaliknya. 

Dampak pengambilan keputusan yang tepat terhadap terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman 
Pengambilan keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran tentunya akan berdampak positif, aman, dan nyaman apabila kita bisa melihat kondisi saat di mana kita akan mengambil sebuah keputusan. Proses yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keputusan yang tepat tersebut adalah dengan melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusn tersebut memberikan keyakinan kepada kita bahwa keputusan yang diambil mampu mengcover seluruh kepentingan dan harapan berbagai pihak yang terlibat dan dilibatkan dalam kasus atau masalah yang dihadapi. Sehingga dengan keputusan yang tepat tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kondusif, positif, nyaman, dan nyaman. 

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika serta masalah perubahan paradigma di lingkungan sekolah. 
Dalam mengambil keputusan yang tepat, kita sering dihadapkan dengan berbagai kesulitan yaitu : • Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman menjadi salah satu kendala/kesulitan pribadi yang muncul • Terkadang pengalaman pahit sebelumnya akan mempengaruhi pengambilan keputusan di masa selanjutnya • Kekhawatiran akan keputusan yang tidak tepat menjadi kesulitan tersendiri dalam pengambilan keputusan • Ketidakcermatan dalam mengidentifikasi fakta dan informasi awal akan mempengaruhi ketepatan keputusan yang diambil • Perbedaan sudut pandang setiap orang dalam mengambil keputusan suatu kasus yang sama menyebabkan sulitnya mendapatkan kesepakatan keputusan.

Pengaruh pengambilan keputusan terhadap pengajaran yang memerdekakan murid-murid. Salah satu tujuan yang dicanangkan pemerintah pada program guru penggerak yakni merdeka belajar. Setiap keputusan yang diambil membutuhkan penyelesaian yang berpihak dan mengangkat kepentingan murid juga sebagai bentuk proses menuntun murid untuk merdeka, berkembang, dan hidup sesuai kodrat alam dan zamannya. Kita bisa melakukan proses coaching ketika dihadapkan pada kondisi yang berhubungan dengan dilema etika dan bujukan moral. Menemukan potensi yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Sehingga keputusan yang diambil tanpa paksaan dan interpretasi dari pihak manapun. Dalam mengambil keputusan melalui proses yang memerdekan murid.

Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya 
Kehidupan atau masa depan murid tercipta dari tangan pendidik yang peduli, kreatif, dan inovatif. Maju atau mundurnya suatu generasi akan tergantung dari pendidik yang selalu memusatkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan murid. Setiap murid itu unik, memiliki karakter yang berbeda-beda. Setiap murid membawa keanekaragaman potensi yang tidak sama satu dengan yang lainnya. Perbedaan yang ada pada murid memunculkan permasalahan yang berbeda-beda pula. Keputusan yang diambil pendidik sebagai pemimpin pembelajaran dalam menyelesaikan permasalahan murid akan menentukan langkah hidup mereka selanjutnya jika tepat akan lebih menjadikan mereka tangguh, matang dan dewasa.Jika kurang tepat atau tidak tepat, pendidik sebagai pemimpin pembelajaran mampu meminimalisir kemungkinan negatif atau resiko dari ketidaktepatan keputusan tersebut sehingga murid bertumbuh sebagai manusia yang cermat, teliti, dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan jika mereka dihadapkan dengan persoalan hidup kelak. 

Simpulan pembelajaran modul 3.1 dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya. Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pebelajaran dengan modul-modul yang te;ah dipelajari sebelumnya merupakan suatu yang tidak terpisahkan untuk mencapai kemerdekaan dalam belajar pada murid. Ki Hadjar Dewantara dalam filosofinya yaitu menuntut segala proses dan kodrat/potensi anak untuk mencapai sebuah keselamatan dan kebahagiaan belajar, baik untuk dirinya sendiri, sekolah, maupun masyarakat. Selain itu, di dalam proses pembelajaran seorang pendidik harus bisa melihat kebutuhan belajar pada murid serta mengelola kompetensi sosial emosional dalam mengambil sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Pendekatan coaching juga merupakan salah satu pendekatan yang membantu murid dalam mencari solusi atas masalah yang dialami oleh murid lewat pertanyaan pemantik saat coaching. Sebagai seorang guru penggerak juga harus mengetahui permasalahan yang dialami oleh rekan sejawat dalam proses pembelajaran dan coaching dapat menemukan jawaban atas setiap pertanyaan untuk menemukan solusi maka terciptalah budaya positif pada lingkungan belajar di sekolah dan komunitas praktisi. Para pendidik yang mampu membuat keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan cita-cita guru masa depan, dan pengambilan keputusan berdasarkan dilema etika.

Kamis, 26 Agustus 2021

2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching

Kesimpulan dan Penjelasan Mengenai Peran Coach di Sekolah dan Keterkaitannya dengan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pembelajaran Sosial dan Emosional Coaching adalah proses pembimbingan untuk mencapi tujuan melalui pembekalan kemampuan memecahkan permasalahan dengan mengoptimalkan potensi diri. Siswa kita di sekolah mempunyai potensi/kekuatan diri yang berbeda-beda dan tugas guru adalah memfasilitasi siswa agar mengoptimalkan potensinya. Peran coach (pendidik) di sekolah adalah menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Dalam proses coaching, guru sebagai coach perlu memberikan kebebasan kepada siswa. Kebebasan mengutarakan perasaan dan pendapatnya. Perlu diperhatikan juga bahwa pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar siswa tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Kompetensi dasar yang harus kita miliki agar menjadi coach yang hebat adalah : - Keterampilan membangun dasar proses coaching - Keterampilan membangun hubungan baik - Keterampilam berkomunikasi - Keterampilan memfasilitasi pembelajaran Dari kompetensi yang harus dimiliki seorang coach seperti di atas, jelas sangat erat kaitannya dengan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial emosional. Mengapa demikian? Pembelajaran berdiferensiasi sangat memperhatikan kebutuhan siswa sesuai kesiapan belajar, minat, dan profil belajar dengan tujuan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan proses coaching yang juga bertujuan menyelesaikan masalah dengan menggali potensi dan memaksimalkan potensi siswa sesuai kebutuhannya. Pembelajaran berdiferensiasi dan proses coaching sama-sama memberikan kebebasan siswa sesuai kebutuhan. Pembelajaran sosial dan emosional juga erat kaitannya dengan teknik coaching karena proses coaching itu sendiri membutuhkan pendekatan sosial emosional kepada siswa. Di mana kita harus bisa membangun hubungan baik, berkomunikasi yang baik dengan siswa, dan memahami kebutuhan-kebutuhan siswa sesuai dengan keadaan perasaan siswa. Jadi dengan menguasai teknik-teknik pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial-emosional, dan coaching, guru telah siap untuk memberikan pembelajaran yang berpihak kepada siswa. Intinya bahwa pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional dan penerapan coaching, ketiganya merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Proses coaching berbeda dengan mentoring dan konseling. Proses coaching bertujuan menuntun cochee untuk menemukan ide baru atau cara mengatasi tantangan yang dihadapi atau mencapai tujuan yang dikehendaki sementara mentoring membagikan pengalamannya untuk membantu mentee mengembangkan dirinya dan konseling membantu konseli memecahkan masalahnya. Model coaching yang banyak digunakan adalah TIRTA. Model TIRTA dikembangkan dengan semangat merdeka belajar yang menuntut guru untuk melakukan teknik keterampilan coaching. Hal ini penting mengingat tujuan coaching yaitu untuk melejitkan potensi siswa agar menjadi lebih merdeka. Melalui model TIRTA, guru juga diharpkan dalam melakukan praktik coaching di komunitas sekolah dengan mudah. TIRTA kepanjangan dari : T : Tujuan I : Identifikasi R : Rencana Aksi TA : Tanggung jawab Dari segi bahasa, TIRTA berarti air. Air mengalir dari hulu ke hilir. Jika kita ibaratkan siswa kita adalah air, maka biarlah ia merdeka, mengalir lepas hingga ke hilir potensinya. Kita sebagai guru memiliki tugas untuk menjaga air itu tetap mengalir tanpa sumbatan. Refleksi dan Kaitannya Terhadap Semua Modul Coaching menjadi salah satu proses ‘menuntun’ belajar siswa untuk mencapai kekuatan kodratnya. Saya sebagai seorang ‘pamong’ harus dapat memberikan tuntunan melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan efektif agar kekuatan kodrat anak terpancar dari dirinya sesuai Filosopi Ki Hadjar Dewantara. Untuk mewujudkan pembelajaran yang berppihak pada murid ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kerja keras dan komitmen dari seorang guru untuk memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya. Salah satu caranya yaitu dengan terus mandiri, kreatif, dan inovatif agar kompetensi terus meningkat. Guru dituntut untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan belajar tiap murid yang berbeda-beda dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Guru harus bisa mengenali emosi dan membangun hubungan sosial emosional dengan murid, dan juga guru harus bisa menjadi seorang coach bagi murid-muridnya dalam rangka mengembangkan segala potensi yang ada pada murid. Guru harus mampu menerapkan teknik coaching dan ada saatnya menerapkan proses mentoring dan konseling tergantung kebutuhan murid. Untuk itu, marilah semua kita belajar dan terus belajar demi kemajuan dan perkembangan murid kita agar tercipta lulusan yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila.

Jumat, 28 Mei 2021

Nilai dan Peran Guru Penggerak

Nilai adalah elemen terpenting dalam hidup seorang individu mengenai hal-hal benar, baik atau diinginkan. Pada hakikatnya perilaku manusia dipengaruhi oleh sebuah nilai. Disadari ataupun tidak, manusia mengandung nilai-nilai tertentu. Nilai ini adalah potensi manusia sesuai dengan individualitas dan keunikan kepribadiannya.

Nilai dan peran guru penggerak bersinergi dalam upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Profil pelajar pancasila menjadi pedoman tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini, yaitu Merdeka Belajar. 

Lima Nilai Guru Penggerak yaitu :

1. Nilai Mandiri, yaitu kemampuan mendorong diri untuk melakukan perubahan, untuk memulai sesuatu terkait dengan perubahan yang diinginkan terjadi

2. Nilai Reflektif, yaitu tindakan perenungan dalam menemukan kendala, hal baik, dan tindakan mengatasi kendala demi perbaikan diri/kinerja secara berkala

3. Nilai Kolaboratif, yaitu memunculkan perilaku seperti kerjasama, berkomunikasi, memahami peran masing-masing pihak dalam suatu situasi tertentu

4. Nilai Inovatif, yaitu memunculkan gagasan-gagasan baru dan tepat guna terkait situasi tertentu dan permasalahan tertentu

5. Berpihak pada Murid, yaitu melakukan segala sesuatu demi kepentingan murid dan melayani setulus hati.

1

Ilustrasi Gambaran Diri


Ilustrasi gambar diri yang telah saya buat pada gambar di atas mengartikan bahwa nilai-nilai (Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, Berpihak pada murid) yang dimiliki guru penggerak, dapat menggerakkan diri untuk tergerak dalam melakukan perannya yaitu sebagai:

1.      Pemimpin pembelajar

2.      Menggerakkan komunitas praktisi

3.      Menjadi coach bagi guru lain

4.      Mendorong kolaborasi antar guru

5.      Mewujudkan kepemimpinan murid

Nilai-nilai tersebut sebagai payung untuk siap menghadapi tantangan apapun, baik tantangan zaman, tantangan pandemi, dan lainnya. Hingga akhirnya nilai tersebut menularkan kepada murid sebuah profil yaitu profil pelajar pancasila.

Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah kemampuan guru dalam menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat/ 

Berpusat pada murid identiknya seorang guru mampu menjadi pelayan dalam kegiatan pembelajaran dikelas , menghindari untuk memaksakan kehendak guru demi selesainya tugas guru, menghindari pencapaian materi terus menerus tanpa memperhatikan kondisi anak, menghindari melakukan  hukuman-hukuman yang akan membuat anak anak tertekan, minat belajar anak akan hilang karena dihantui dengan perasaaan tidak nyaman. Dalam setiap kegiatan pemberian hukuman dan teguran harus dipikirkan dampaknya. Memikirkan dampak dari hukuman lebih utama dari memberikan hukuman kemudian esensi dari hukuman itu kurang tercapai.

Dasar-dasar pendidikan Ki Hadjar Dewantara bahwa  guru dan siswa seperti  halnya seorang petani dengan tanamannya. Seorang petani tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya. Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada waktunya untuk berbuah. 

Tugas guru adalah menjaga, merawat, mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, kodrat,minat dan bakatnya. Inilah makna peran sebagai pembimbing pembelajaran . Jadi, inti dari peran guru sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya. 

Peran guru penggerak dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, berkolaborasi dengan kesiswaan dan bimbingan konseling di sekolah itu, tentunya untuk mencari solusi positif tanpa merugikan masa depan si anak . Hal ini yang digagaskan oleh Ki Hajar Dewantara tentang bagaimana murid menjadi manusia yang merdeka. Karakter merdeka dengan tetap memelihara ketertiban dan kedamaian ditengah  masyarakat.

Dalam menerapkan nilai dan perannya untuk mewujudkan profil pelajar pancasila diperlukan strategi-strategi. Strategi ini kemudian membantu guru mengembangkan diri, mengembangkan kemampuan, dan mengembangkan kualitas karya. Strategi ini nantinya menjadikan guru mencapai gambaran diri yaitu sebagai guru yang siap menghadapi tantangan zaman, tantangan pandemi, tantangan keberagaman karakter dan latar belakang anak. Strategi yang dapat dilakukan guru dalam menerapkan nilai dan perannya untuk mewujudkan profil pelajar pancasila adalah :

1. Memahami tentang nilai diri dengan analogi identitas gunung es. Guru adalah manusia yang senantiasa mampu selalu berusaha untuk menggerakkan manusia lain. Oleh karena itu guru harus terlebih dahulu sadar bagaimana dirinya tergerak, kemudian memilih bergerak dan akhirnya menggerakkan orang lain.

2. Seteleah guru memahami tentang nilai diri, guru harus update, mencari informasi-informasi terbaru khususnya dalam bidang pendidikan

3. Mengupgrade kemampuan, terbuka untuk belajar hal baru yang didapat dari perkembangan zaman

4. Sharing, mau berbagi/mengajak teman sejawat untuk saling berbagi pengetahuan/pengalaman dan ilmu demi kepentingan siswa

5. Aplikasi, melakukan pembiasaan peran serta nilai guru penggerak secara konsisten demi mewujudkan merdeka belajar.

Dalam memunculkan nilai diri guru serta melakukan perannya dalam mencapai gambaran diri tentu membutuhkan kerja keras luar biasa dan dilakukan secara konsisten. Ini bukanlah hal mudah mengingat banyaknya tuntutan guru di sekolah dalam menjalankan tugasnya, baik tuntutan pihak sekolah, orangtua siswa, bahkan keluarga sendiri dalam mensejahterakan hidupnya. Hal ini membutuhkan dukungan dari beberapa pihak yaitu:

1. Kepala Sekolah, sebagai fasilitator dan pemberi dukungan dalam melaksanakan peran dan nilai guru. Kepala sekolah membantu dalam mengontrol berjalannya nilai dan peran guru.

2. Rekan Guru, sebagai motivator, memberi motivasi/semangat, tempat berdiskusi, berkolaborasi, memberi masukan positif serta tempat berbagi pengetahuan yang dimiliki

3. Peserta Didik, sebagai mitra yaitu berpartisipasi aktif dan bersama melakukan refleksi untuk menemukan kendala dan solusi demi perbaikan

4. Diri Sendiri, sebagai eksekutor yaitu mengeksekusi segala strategi dalam mencapai gambaran diri mewujudkan profil pelajar pancasila.

Peran dan nilai guru penggerak di atas perlu mendapat perawatan agar tetap subur dan berkembang dengan baik, perlu mendapat kepedulian dari pihak, perlu mendapat semangat yang sama agar guru penggerak mampu secara optimal melaksanakan tugasnya mencapai gambaran diri yang diharapkan. Dan untuk mewujudkan semua itu, diperlukan komitmen, kesungguhan, sistem implementasi nyata semua pihak sehingga harapan tertanam profil pelajar pancasila dapat terwujud di tana Indonesia tercinta ini

(Ervides Samosir, CGP Kab. Bengkalis)

Kamis, 24 Desember 2015

Tolong bayangkan apa yang aku rasakan.

Hari ini sungguh aku seperti orang gila. Bahkan aku tidak mengenal diriku sedikitpun. Ini bukan aku. Aku sudah berusaha sekuat mungkin,tapi tidak ada hasilnya. Kehidupan sebegitu beratnya aku lalui. Sudah dua hari mengalami kondisi body yang tidak baik. Tidak sehat. Aku sangat membutuhkannya. Aku ingin ada mujijat Tuhan yang terjadi di dalam dirinya supaya dia mau membuka mulutnya untuk bicara padaku. Dia mengatakan sesuatu kepadaku bahwa dia masih mencintaiku. Tapi mungkin itu mustahil. Hanya Tuhan yang tau itu.
Hari ini seperti biasanya hatiku sangat sakit dan hampa. Hari-hari kulalui hanya dengan membayangkan dirinya. Aku tak punya tenaga untuk melupakannya. Aku hanya ingin berbicara dengannya.
" Coba bayangkan apa yang kurasa. Coba bayangkan diriku. Coba bayangkan dirimu jadi dirku. Coba bayangkan seandainya semua ini berbalik padamu,mungkin bukan melalui aku tapi melalui orang lain. Coba bayangkan itu. Coba rasakan itu"

Malam ini malam Natal yang membawa kedamaian buat semua orang. Apakah juga buat aku ? Aku berbaring tanpa bisa melakukan apa-apa. Aku tidak tau apakah aku bisa merayakan hari ulangtahun Yesus malam ini? Aku berharap aku bisa. Aku berharap ada kedamaian dalam hatiku. Aku berharap dan berharap. Hanya Tuhan yang bisa menyembuhkanku dari penyakit maupun dari luka yang sudah dia beri untukku.

Kamis, 17 Desember 2015



KERIKIL YANG SEHARUSNYA BISA KULEWATI TANPA MENAPAKINYA, KUSENTUH DENGAN SELURUH BAGIAN TELAPAK KAKI DAN TANGAN.
Kemarin, saya mendengar isi kotbah Romo mengatakan bahwa di dalam Alkitab ada sebanyak 365 kata yang diungkapkan Tuhan “ Jangan Takut “ . Dengan tafsiran bahwa dalam setahun ada 365 hari, yang berarti setiap hari Tuhan mengatakan kepada  manusia agar jangan takut. Jangan takut dengan masa depan, jangan takut dengan apa yang terjadi saat ini, jangan takut untuk berbuat dan mengatakan yang benar, jangat takut, jangan takut, dan jangan takut. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, itu merupakan rangkaian cerita yang dituliskan Tuhan kepada setiap orang. Satu pun manusia tak luput dari pengawasan dan tulisannya itu. Dalam mencapai garis finish Tuhan tidak memberikan satu jalan untuk kita. Dia memberi banyak jalan untuk kita pilih. Yah lagi – lagi kita dihadapkan dengan PILIHAN. Ketika kita memilih jalan yang menurut kita benar, tapi menurut Tuhan tidak. Maka pada akhirnya jalan yang kita pilih tadi adalah salah. Namun rangkaian cerita Tuhan tidak berhenti sampai di situ. Ketika kita salah memilih jalan, di persimpangan kita akan dihadapkan banyak jalan untuk kita pilih lagi. Yah, supaya kita tidak masuk ke jurang dan Tuhan selalu menuntun kita ke garis finish itu. Mungkin kita bisa mengetahui bahwa kita belum sampai ke garis finish. Pertanyaan saya adalah, sampai kapankah kita akan sampai ke garis finish itu ? Bagaimanakah kita mengetahui bahwa itu merupakan garis finish?
                Hari ini saya melalui jalan yang sudah saya pilih. Dengan segala keterpurukan dan kesesakan hati, saya lalui dengan segudang tawa. Tertawa merupakan hal yang bisa menyembunyikan kondisi hati yang menangis tidak kelihatan. Tertawa bisa menyembuhkan sesaat. Namun tetap saja setelahnya pikiran dan hati ini selalu membayangi dan memikirkan dia yang mungkin sibuk dengan mimpinya. “ Jalan yang kulalui hari ini sangat berat, karena banyak kerikil yang seharusnya bisa saya lewati tanpa menapakinya namun malah saya sentuh dengan kaki dan tangan. Ibarat seorang bayi yang masih belajar merangkak “. Saya merangkak dengan perjuangan dan kesakitan untuk menjalani setiap proses rangkaian cerita yang sudah dibuat untuk hidup saya. Di tengah jalan, saya berhenti dan termenung, sungguh begini sakitnya berjuang untuk melupakan seseorang yang meciptakan mimpi – mimpi selama setahun lebih dengan rangkaian kata manis dan indah, kata yang menyejukkan hati, kata yang membuat saya lupa akan orang lain, kata yang membuat saya yakin akan masa depan yang indah. Melupakan seseorang yang pergi tanpa ijin, pergi dengan tidak dewasanya tanpa bertangguung jawab dengan semua janji dan komitmen yang dibuat dengan indah. Kemudian saya bangkit lagi dan berjalan. Di sisi lain saya berpikir, saat ini dia memang harus fokus dengan mimpinya, dia harus berjuang untuk masa depannya, dan saya tidak boleh egois dengan memperlambat langkahnya menuju mimpinya. Mungkin perbedaan di antara kami sudah dipikirkannya matang – matang. Perbedaan itu mungkin yang menutup hatinya dan pergi melangkah diam dengan komitmen omong kosong dulu. Yah, saya berharap kelak di hati ini tidak ada rasa benci dan rasa dendam untuknya. Karena saya tau itu bukan pilihan yang bijak dan benar. Itu mutlak salah. Namun saya manusia, yang kadang tak mampu mengontrol emosi karena sakit yang mendalam dan membekas yang setiap hari saya bawa untuk berjalan merangkak di atas kerikil.
                Dalam hati kecil saya bertanya, “ Apakah dia bahagia melalui hari – harinya tanpa saya ?”
Mungkin jawabannya, “ YA”. Buktinya dia mampu melakukan hal yang menyakitkan buat saya tanpa memikirkan sedikitpun perasaan saya. Tanpa merasakan bahwa saya sedang merangkak di atas kerikil dengan kaki dan tangan ini. Ini hal bodoh. Yah, bodoh. Mengapa ? . karena tau kah kamu, bahwa sebenarnya saya tidak perlu jalan merangkak di atas kerikil itu ? sebenarnya tidak semua jalan dipenuhi kerikil. Ada beberapa di permukaan jalan yang bagus. Saya hanya memilih cara dengan melompatnya satu demi satu. Dan hari ini, saya sudah mencobanya walau di awal saya berjalan merangkak. Hari ini sudah saya lalui dengan tetap cucuran air mata yang menghiasi mata dan wajah. Dan berharap besok tidak ada air mata untuk dia yang tidak bertanggungjawab dengan komitmennya. Berharap besok saya masih mampu melangkah melewati kerikil – kerikil itu dan berjuang membuang rasa kesepian di hati. Berjuang untuk sesuatu yang mampu  kulewati. Berharap ada seseorang yang sudah dituliskan dalam rangkaian cerita hidup saya yang datang menopang tangan melewati badai ini. Datang dan setia berjalan bersama saya melewati kerikil. Berharap yang terbaik karena kita tidak boleh takut akan masa depan kita.
                Saya butuh seseorang untuk mendengarkan kisah ini, mendengarkan semua kisah yang saya alami. Paling tidak mengurangi segumpal kesesakan yang tertimbun di dalam hati. Tapi saya tak bisa. Saya hanya bisa menuliskan ini.
Sekian dan terimakasih.
By : Ervides

Selasa, 15 Desember 2015

PILIHAN SUDAH DIPUTUSKAN MAKA HARUS DIJALANKAN (STORY 1)



PILIHAN SUDAH DIPUTUSKAN MAKA HARUS DIJALANKAN
Ini kisah masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang untuk kamu, dia, aku, mereka, kalian, atau untuk siapa saja yang pernah merasakan benar – benar  MENCINTAI dan MENYAYANGI seseorang. Cerita ini bukan tentang CINTA, tetapi tentang sebuah PILIHAN untuk menikmati anugerah KEHIDUPAN yang diberikan dengan cuma – cuma.
Seiring bertambahnya usia dan kedewasaan baik fisik maupun psikis maka bertambah juga pengalaman yang akan mengajarkan kita tentang kehidupan. Suka duka, tawa – canda dan air mata, kecewa, rindu, penasaran, kehilangan harapan dan harapan penuh, gagal – berhasil, semangat dan bahkan tak berdaya pasti menyelimuti setiap perjalanan hidup setiap orang. Demikian dengan saya. Yah dengan saya.
Saat itu, masa – masa yang sangat membahagiakan. Doa yang selama ini aku panjatkan telah dijawab Tuhan dengan caranya, yaitu dengan memberikan kesempatan untuk mencintai dan dicintai. Aku dan dia dipertemukan dalam perjalanan yang mengajarkan tentang kehidupan dan dunia. Aku mengenalnya di salah satu jalan menuju impianku. Dari sekian banyak bintang, aku memilih cahanya menjadi pengiring langkahku. Semangat yang menggairah, tawa –canda, dan kehangatan yang ada dalam keadaan apapun. Keadaan bahagia atau keadaan terpuruk sekalipun. Kebersamaan yang aku dan dia ciptakan dengan pertemuan – pertemuan singkat untuk melepas rindu dengan segudang hambatan. Tak sedikitpun waktu kami lewatkan tanpa saling memberi kabar dan bercerita. Dia pria hebat yang pernah saya temui. Dia sangat menyayangiku. Dia sangat khawatir ketika sesuatu yang tidak baik terjadi padaku. Bahkan dia sangat marah ketika aku terlambat makan, ketika aku tidak sarapan sebelum kerja, ketika aku mandi terlalu malam, ketika aku keluar di malam hari, ketika aku terlalu lama bercerita dengan teman, ketika aku malas mengerjakan tanggungjawabku, dan ketika aku tidur larut malam. Jika aku tidak enak badan, itu membuatnya sangat khawatir dan sedih.  Dia tak pernah lupa mengingatkanku untuk minum air putih, untuk minum obat, dan pakai selimut ketika tidur. Yah, semua itu hal yang sangat sepele dan mungkin hal yang menggelikkan untuk beberapa orang. Namun semua itu sangat aku nikmati selama setahun lebih. Dari hal kecil itu, aku jadi terbiasa untuk melakukan semuanya.
Dia ada untukku setiap apapun yang kurasakan. Setiap hari tiga kata pasti disebutkannya ketika hendak menutup mata di malam hari. I LOVE YOU. Itu yang juga menemani tidurku dan membangunkanku keesokan harinya. Hari – hariku sungguh sempurna dengan ketidaksempurnaan cinta kami. Cinta kami tidak sempurna karena kami memiliki segudang perbedaan yang mungkin mustahil buat kami. Namun kami menikmati setiap proses yang ada sampai kami lupa dengan perbedan itu. Kami mengikrarkan sebuah KOMITMEN yang akan kami capai walau apapun yang terjadi. Semua perhatian dan kepeduliannya membuat aku terlalu manja dan lupa akan arti kehilangan. Karena aku merasa sudah memilikinya. Yah, aku miliknya dan dia milikku. Perselisihan dan pertengkaran yang kadang juga mengisi kebersamaan kami, membuat kami semakin sadar bahwa kami saling mencinti, saling menyayangi. Cinta kami tidak sempurna ? itu tidak benar. Cinta kami sangat sangat sempurna. Kami bahagia. Sejuta kebahagiaan yang kami rasakan yang tak bisa kuungkapkan dengan kata – kata.dan mungkin hanya kami yang merasakannya. Dia begitu mempesona. Dia bukan pangeran, atau seorang raja seperti cerita dongeng. Dia sangat sederhana dengan ciri khas yang dia punya. Dia sangat cerdas dan bijaksana. Aku bangga memilikinya. Bahkan jika orang tau, mereka akan iri dengan cinta yang kami punya. Mereka akan iri padaku yang tidak sempurna memiliki dia yang sangat mempesona. Sungguh bahagia. Aku bahagia.
Kehidupan terus berjalan. Mungkin hanya satu yang tidak akan pernah berubah di dunia ini, yaitu perubahan itu sendiiri. Bahkan mungkin cinta dan sayang bisa berubah. Yah, teori itu tidak berlaku umum. Tapi yang pasti itu kenyataan yang aku hadapi. Ketika aku sudah sangat sangat menyayangi dan mencintai dia, ketika aku tidak mau kehilangan dia, ketika aku sudah mengirarkan komitmen itu pada Tuhanku, dan ketika aku sudah memberikan apa yang bisa aku berikan padanya, PERUBAHAN kehidupan itu datang. Waktunya tiba. Waktu di mana dulu aku mengatakan padanya aku takut kehilangan dia. Waktu di mana dulu aku mengatakan padanya aku takut kehilangan cintanya. Aku sudah terlalu manja memilikinya, aku sudah menutup hati untuk siapapun yang secara logika lebih cocok buatku. Aku menutup hatiku karena aku sudah yakin dengan pilihanku. Aku yakin dengan hatiku, dengan perasaan cinta yang aku rasakan. AKU YAKIN. Karena aku sangat mencintai dan menyayanginya.

Masa abu – abu dan gelap sudah datang. Itu roda kehidupanku. Tentangnya, tetap menjadi topik utama dalam ceritaku dengan Tuhanku. Beribu kata kurangkai dan kuberikan padanya tak menghasilkan apapun. DIA MENGHILANG. Yah, bagai seorang ksatria yang punya jurus untuk menghilangkan diri dari hadapanku, dari cintaku dan dari kehidupanku. Segudang pertanyaan yang kutanyakan padanya dan sembari berharap dengan penuh air mata hanya membuahkan air mata. Aku tak menemukan jawaban itu. Penyebabnya apa? Apakah hanya karena aku telah mencari alasan dan merasa telah membohonginya? Atau apakah karena dia sudah bosan, atau dia tidak mencintaiku lagi ? itu pertanyaan yang bahkan saat ini aku belum temukan jawabannya.
Beberapa bulan sudah kujalani kehidupanku yang diselimuti kegelapan dengan bantal yang abu – abu. Yah semuanya kelihatan gelap.  Rasa kehilangan yang luar biasa yang aku lalui setiap hari tanpanya. Tanpa kabarnya. Dia DIAM, DIAM, dan DIAM. Aku kehilangan semua mimpi, harapan, dan masa depanku. Bahkan di tengah keramaian, hatiku merasa sepi. Aku sendirian. Aku benar – benar kehilangan.
Setiap hari aku berdoa untuknya, menanyakan kabarnya pada Tuhanku. Setiap hari air mata jatuh bercucuran membasahi pipi, setiap hari hidup dalam bayang – bayang yang ilusi, semua bayang – bayang tentangnya, tentang kebersamaan dulu, dan tentang pribadinya yang dulu sebagai seorang yang mempesona. Semua tentangnya. Aku menceritakan semuanya pada Tuhanku. Walau terkadang aku putus asa untuk berharap pada seorang manusia, namun hatiku tak bisa ku lawan, hatiku tak bisa ku bendung. Bahkan aku bertanya pada Tuhanku, hatiku ini terbuat dari apa. Sungguh konyol. Bodohnya lagi saat aku menyalahkan Tuhanku atas semua masa gelap yang ku lalui ini. Masa gelap yang tak tau kapan berakhir. Aku sadar bahwa kegelapan ini akan berubah menjadi terang. Aku sadar pasti berlalu. Namun hati ini sungguh konyol. Hati ini sungguh menyiksa hari – hariku. Hati ini sungguh menyiksa harapan, impian dan masa depan ku. Adakah cinta yang salah ? jika salah, mengapa dikatakan cinta ? Lagi – lagi, hanya waktu yang bisa menjawab dengan perubahan kehidupan.
Saat – saat aku membutuhkannya, dia tak ada lagi di sini. Dia tak ada lagi buatku. Dia meninggalkan aku. Dia menghilang. Dia tak peduli lagi denganku, dengan keadaanku, dengan ceritaku, dengan tangisku berharap padanya, dengan semuanya yang aku katakan dan bahkan dengan cintaku. DIA JUGA BERUBAH. Dia sudah menutup hatinya karena kesalahan yang aku buat. Pertanyaan lagi dalam hati ini, apakah selama ini dia benar – benar mencintaiku ? jika ya, mengapa dia bisa melakukan ini semua terhadapku. Dia tega dan sanggup membiarkanku dengan air mata, tak berdaya dan kehilangan harapan. Dia sanggup melakukan ini padaku. Pada akhirnya dia menyelimuti hariku dengan kegelapan dan hujan yang sangat deras. Dengan angin yang sangat kencang. Terkadang aku tidak membuat diriku berharga di hadapanya, aku membuang segala gengsi dan tidak memakai logika ku. Hanya untuk membuatnya bisa bicara sepatah saja untukku. Namun semuanya sia- sia. Aku tidak mengerti. Bahkan aku tidak sanggup harus melewati masa kegelapan ini.  Kesedihan sudah menjadi teman baikku, air mata sudah menjadi sahabat buatku. Dengan memikirkan komitmen yang dulu pernah kami ikrarkan. Tapi dengan mudahnya dia lupakan. Aku tau dia bukan pria jahat. Aku tau dia bukan pria yang orang pikirkan.dia bukan pria biasa yang menyakiti hati orang yang diicintainya. Aku sadar itu. Namun, dia masih tetap diam.
Dalam masa kelam ku ini, banyak yang ingin aku katakan padanya. Jika ini merupakan kata terakhir buatnya. Aku sudah siap. Aku hanya ingin mengucapkan segudang terima kasih padanya. Terimakasih atas cinta dan kasih sayang yang pernah aku rasakan, yang pernah mengisi hari – hariku. Terimakasih atas perhatian dan kepedulian yang luar biasa padaku. Terimakasih untuk kekuatan yang dia beri dalam langkahku, hingga aku tetap bertahan dan meneruskan jalanku.
Roda kehidupan  memaksaku mundur dari sisinya. Saat aku mulai tersadar, dunia kami berbeda, dan aku harus lebih dominan menggunakan logika daripada hati. Walau nyatanya sebaliknya. Dia telah sibuk dengan mimpinya sehingga lupa pada janji dan komitmen yang sempat diikrarkan dulu. Aku masih terlalu lemah untuk menjadi tempat bersandar buatnya dan aku masih terlalu egois untuk memahaminya. Melepasnya kuyakini sebagai cara untuk meringankan bebannya. Setidaknya aku membiarkannya memilih dunia yang bisa membuatnya bahagia dan tersenyum bangga. Melepasnya adalah bukti bahwa rasa yang kumiliki tulus dari hati. Memaksanya untuk tetap bersamaku dan menahannya hanya akan menghambat langkahnya untuk berjalan.
“Berlarilah secepat mungkin, dan raihlah impianmu. Aku akan menjaga dan mengawasimu melalui doa dan jendela informasi yang bisa kudapat, dan itu sudah cukup menjadi pengisi hari – hariku. Janji yang kulepas semoga bisa kamu pahami. Menahanmu tetap bersamaku hanya akan memperlambat langkahmu. Jika nanti kita tidak digariskan bersama, tak ada alasan bagiku untuk kecewa dan ingatlah aku yang selalu memandangmu dengan air mata yang tak tau kapan berhenti mengalir dan yang selalu menjaga dalam doaku. Kamu sudah menjadi sejarah dalam hidupku. Kamu sudah menjadi bagian dalam cerita hidupku. Dan aku akan selalu mengingat cintamu”.
 Saat ini dan seterusnya, aku hanya bisa berdoa pada Tuhanku, supaya aku bisa membuka hati lagi dan diberikan kesempatan untuk bisa merasakan lagi kebahagiiaan dulu. Bersama dia yang bukan untuk membuka selimut kelamku, yang bukan untuk mengeluarkanku dari kegelapan, tetapi hanya untuk mencintaiku seumur hidupnya. Ini rencaNYA. Semoga aku bisa menerima, menjalani, dan menikmati setiap rencaNYA. Karena kutau itu yang terbaik dalam hidupku. Masa lalu jadi pembelajaran hidup buatku. Jika rencanaNYA pada akhirnya akan mempertemukan aku dengannya yang mempesona dulu, semoga aku bisa bertahan dalam selimut gelap ini, sehingga akhirnya dia kembali datang padaku untuk membuka selimut itu dan memenuhi komitmen yang dulu sempat diikrarkan. Semua pasti berubah. Kegelapan akan diganti dengan terang yang bersinar yang memancarkan cahanya. Dan itu masa yang pasti sangat membahagiakan. Terima kasih Tuhanku, aku bersyukur atas pembelajaran hidup ini. Semua ini mendewasakanku dan mendekatkan ku padaMU yang sempurna. Engkau yang tak pernah mengecawakan. Engkau cintaku. Engkau kehidupanku. Aku sudah memberikan sebuah PILIHAN. Pilihan yang dalam setahun lebih sudah aku jalani. Terima kasih atas pilihan itu. Walau secara logika, rasanya pilihanku itu salah. Namun aku yakin pilihanku tidak salah, bahkan ketika aku memberikan pilihan lagi. Yah, sebuah PILIHAN kehidupan dengan melepasnya, dengan melancarkan jalannya menuju impiannya. Segala yang terbaik buatnya. Semoga dia bisa tersenyum bahagia dengan pilihan ini. Walau hatiku sendiri merasakan kehilangan semuanya, walau hanya ada kesedihan dan air mata. Aku yakin Tuhan akan menggantikan air mata ini dengan sukacita dan damai. Pilihan sudah diputuskan maka harus dijalankan dalam keadaan apapun.
Terimakasih cerry. ^_^

Ini bukan kisah tentang cinta, tapi kisah tentang sebuah pilihan kehidupan. Yang di dalamnya terselubung maksud yang sangat dalam, yang mungkin hanya 3 orang yang mengerti kisah ini. Aku, dia, dan Tuhan.

Sekian.
By : Ervides